Memahami Rendahnya Adopsi Investasi Dinar di Indonesia: Pendekatan Kualitatif Berbasis Behavioral Finance dan Nilai Syariah
DOI:
https://doi.org/10.56013/jebi.v6i2.5666Keywords:
investasi dinar, behavioral finance, kepercayaan, persepsi risiko, persepsi nilaiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang memengaruhi masih rendahnya minat terhadap investasi dinar di Indonesia, dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis behavioral finance dan nilai keuangan syariah. Metode yang digunakan berupa studi literatur sistematis, dengan merangkum berbagai temuan dari sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keputusan investasi tidak semata didasarkan pada pertimbangan rasional, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor psikologis dan cara investor memandang suatu instrumen. Kepercayaan (trust) menjadi salah satu faktor pendorong utama, namun dalam konteks dinar masih belum terbentuk dengan kuat. Hal ini berkaitan dengan keterbatasan literasi serta belum kokohnya dukungan dari sisi kelembagaan. Di sisi lain, persepsi risiko (perceived risk) justru menjadi penghambat yang cukup dominan, karena dinar masih dipandang kurang likuid dan kurang praktis. Sementara itu, persepsi nilai (perceived value), baik dari sisi ekonomi maupun religius, juga belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa rendahnya adopsi investasi dinar merupakan hasil dari keterkaitan beberapa faktor sekaligus. Oleh karena itu, upaya peningkatannya tidak cukup hanya menonjolkan keunggulan produk, tetapi perlu disertai dengan peningkatan literasi, penguatan kepercayaan, serta strategi komunikasi yang mampu membantu masyarakat memahami nilai investasi dinar dengan lebih baik.







