Determinasi Pendapatan Petani Kelapa Sawit: Peran Modal, Luas Lahan, dan Harga Sawit di Kecamatan Air Hitam
DOI:
https://doi.org/10.56013/jebi.v6i2.5668Keywords:
Modal, Luas Lahan, Harga Sawit, Pendapatan, Kesejahteraan PetaniAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal, luas lahan, dan harga sawit terhadap tingkat kesejahteraan petani yang diukur dari sisi pendapatan di Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun, serta untuk mengetahui besarnya pengaruh ketiga variabel tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani kelapa sawit sebanyak 1.145 kepala keluarga, dengan sampel sebanyak 92 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik proportional random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan modal, luas lahan, dan harga sawit berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani dengan nilai Fhitung sebesar 811,272 (Sig. < 0,05). Secara parsial, luas lahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani, sedangkan harga sawit berpengaruh signifikan namun dengan arah negatif, dan modal tidak berpengaruh signifikan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,991 menunjukkan bahwa 99,1% variasi pendapatan petani dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu ekonomi pertanian, khususnya terkait faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan petani. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya optimalisasi pengelolaan lahan serta stabilisasi harga komoditas untuk meningkatkan pendapatan petani.







