REVITALISASI BUDAYA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI BASIS PENGUATAN KOMITMEN KEBANGSAAN DI ERA DISRUPSI: PENDEKATAN INTEGRATIF NILAI KEISLAMAN DAN KEINDONESIAAN
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis revitalisasi budaya Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai basis penguatan komitmen kebangsaan di era disrupsi melalui pendekatan integratif antara nilai keislaman dan keindonesiaan. fokus ini didasarkan pada meningkatnya tantangan globalisasi, digitalisasi, serta krisis identitas kebangsaan yang berdampak pada melemahnya internalisasi nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Pendidikan Agama Islam memiliki potensi strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang religius sekaligus nasionalis melalui internalisasi nilai-nilai moderasi, toleransi, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Integrasi nilai keislaman dan keindonesiaan dapat dilakukan melalui penguatan kurikulum, pembiasaan budaya sekolah, serta keteladanan pendidik. Strategi revitalisasi budaya PAI perlu diarahkan pada pengembangan pembelajaran kontekstual, pemanfaatan teknologi digital secara bijak, serta penguatan narasi keagamaan yang inklusif dan berorientasi kebangsaan. Budaya PAI tidak hanya menjadi sarana pembentukan religiusitas individu, tetapi juga sebagai fondasi dalam membangun komitmen kebangsaan yang kuat di tengah dinamika era disrupsi.









