Integrasi Nilai Budaya Tradisi 1 Suro Petilasan Sri Aji Joyoboyo dalam Bimbingan Konseling untuk Meningkatkan Self-Awareness
DOI:
https://doi.org/10.56013/edu.v14i1.5576Keywords:
1 Suro Tradition; Cultural Value; Guidance and Counseling; Self-Awareness; Sri Aji Joyoboyo ShrineAbstract
The purpose of this study was to investigate how the cultural values of the 1 Suro Ceremony tradition at the Sri Aji Jayabaya Petilasan can be integrated into guidance and counseling services to increase self-awareness. This study used a qualitative descriptive method. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving the caretaker and the surrounding community. The findings showed that the tradition contains important values such as spirituality, self-reflection, respect for ancestors, social togetherness, and mutual cooperation. Activities such as collective prayers and reflection were believed to help individuals understand themselves and build harmonious relationships with God, others, and the environment. These cultural values can be applied in guidance and counseling services as a form of local wisdom–based learning. The study is expected to contribute to the development of counseling services that support character building and improve students’ self-awareness in schools.
References
Agniarahmah, A., Yulia, C., & Stevani, H. (2023). Keefektifan media ular tangga dalam meningkatkan self-awareness. Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia, 8(1), 8–13.
Agniarahmah, R., et al. (2023). Self-awareness pada peserta didik dalam layanan bimbingan dan konseling. Jurnal Konseling Pendidikan, 7(2), 112–120.
Aisyah, & Fitriani. (2024). Prinsip penting dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah. Behavior: Jurnal Pendidikan Bimbingan Konseling dan Psikologi, 63–72.
Aisyah, S., & Fitriani, N. (2024). Integrasi budaya lokal dalam layanan bimbingan dan konseling untuk pengembangan karakter peserta didik. Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia, 9(1), 45–53.
Astuti, I. I., & Lestari, S. N. (2022). Nilai-nilai dan makna simbolik upacara kirab 1 Syura di Loka Muksa Sri Aji Joyoboyo. Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 3(1), 1–12.
Denny, Y. W. D. (2017). Sejarah lokal: Tantangan dan masa depan. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang.
Hastjarjo, D. (2015). Sekilas tentang kesadaran. Buletin Psikologi, 13(2), 79–82.
Juliati, I., Ruja, I. N., & Kurniawan, B. (2021). Makna simbolik kirab ritual 1 Suro di Desa Menang Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri. Jurnal Sandhyakala, 2(1), 50–72.
Rohman, A. Y. F. (2025). Analisa aksiologis upacara 1 Suro pada Petilasan Sri Aji Joyoboyo. Jurnal Adat dan Budaya, 7(1), 21–33.
Rumansah. (2013). Pengantar antropologi. Aura Publisher.
Santrock, J. W. (2012). Life-span development (13th ed.). McGraw-Hill.
Setiani, D., & Arifin, Z. (2021). Nilai budaya lokal dalam pembentukan karakter masyarakat. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 5(1), 33–41.
Sugiyono. (2014). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiarto, S., & Suhaili, N. (2022). Pentingnya self-awareness siswa dalam mengikuti layanan bimbingan kelompok di sekolah. Jurnal Pendidikan Tematik, 3(3), 100–105.
Widagdo, D. (2000). Sikap religius pandangan masyarakat Jawa dalam dari arah Islam dan kebudayaan Jawa. UIN Sunan Kalijaga.
Yatmin. (2017). Tradisi ritual 1 (satu) Syuro di Petilasan Sri Aji Jayabaya Kediri. EFEKTOR, 1(30), 44–48.
Yulianti, A., Neviyarni, Karneli, Y., & Netrawati. (2020). Konseling kelompok dengan pendekatan eksistensial untuk meningkatkan kebermaknaan hidup orang dengan HIV-AIDS (ODHA). Jurnal Pendidikan dan Konseling, 10(1), 91–93.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muh Madhani Rahmatullah, Dealova Savara, Grace Luvita Artika Sinambela, Rismanda Dwi Saputra, Nael Nahdiyah Azzahra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













a 


