Pola Kemitraan dalam Pengembangan Usaha Ternak Burung Puyuh di Kabupaten Mojokerto
DOI:
https://doi.org/10.56013/kub.v6i01.5139Keywords:
Pengembangan Usaha, Pola Kemitraan, Usaha Ternak PuyuhAbstract
Usaha ternak burung puyuh memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, namun peternak skala kecil masih menghadapi keterbatasan akses sarana produksi, teknologi, dan pemasaran, sehingga penerapan pola kemitraan menjadi strategi penting dalam pengembangan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kemitraan usaha ternak burung puyuh antara peternak mitra dan UD Difa Mandiri Perkasa di Kabupaten Mojokerto. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive, dengan responden sebanyak 15 peternak mitra yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mengidentifikasi bentuk kemitraan, pembagian peran, serta mekanisme kerja sama yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemitraan yang dijalankan merupakan pola inti–plasma, di mana perusahaan inti menyediakan sarana produksi, pendampingan teknis, dan jaminan pemasaran, sedangkan peternak bertanggung jawab atas kegiatan pemeliharaan dan produksi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola kemitraan inti–plasma mampu mendukung keberlanjutan usaha ternak burung puyuh. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa penguatan mekanisme kemitraan dan evaluasi pembagian peran diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan kerja sama antara perusahaan dan peternak.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mochammad Khoirul Ma’rifat, Dimas Bastara Zahrosa, Rahmat Udhi Prabowo, Ahmad Zainuddin, Sasmita Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









