Analisis Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati Lokal sebagai Sumber Pembelajaran Biologi Kelas X dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Sidamanik

Authors

  • Alvia Riskyana Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Elsa Hotma Moraulita Manihuruk Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Glendy Michael Pangihutan Silaban Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Jelita Cristiani Simanullang Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Rizal Mukra Matondang Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Widya Arwita Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56013/bio.v15i2.5585

Keywords:

Keanekaragaman hayati, Kearifan lokal, Pembelajaran Biologi, Kurikulum Merdeka, Sumber belajar

Abstract

Kearifan lokal merupakan pengetahuan, nilai, dan kebiasaan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat dan diwariskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Di tengah perkembangan globalisasi, pemahaman generasi muda terhadap budaya dan potensi lokal mulai berkurang.  Urgensi integrasi kearifan lokal semakin terasa seiring dengan globalisasi yang mempermudah masuknya budaya asing, yang secara bertahap dapat mengikis identitas budaya daerah. Namun, pembelajaran Biologi di sekolah masih belum optimal memanfaatkan keanekaragaman hayati lokal sebagai sumber belajar kontekstual. Kearifan lokal dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran agar materi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa dan lebih relevan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan keanekaragaman hayati lokal di Sidamanik sebagai sumber pembelajaran Biologi untuk siswa di kelas X SMA Negeri 1 Sidamanik dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Pada penelitian ini digunakan metode deskriptif kualitatif, dimana pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan angket kepada guru Biologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwasannya guru memahami kearifan lokal sebagai penggabungan nilai budaya masyarakat dengan konsep biologi untuk menjelaskan materi keanekaragaman hayati. Guru memanfaatkan tumbuhan, hewan, dan ekosistem yang ada di sekitar sekolah sebagai contoh nyata dalam pembelajaran, misalnya untuk menjelaskan keanekaragaman gen, spesies, dan ekosistem. Pendekatan ini dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan. Namun, ada sejumlah tantangan yang dihadapi guru, misalnya keterbatasan waktu, fasilitas, dan sumber referensi. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan potensi lokal sangat penting sebagai sumber belajar Biologi agar pembelajaran bisa lebih bermakna, kontekstual, dan relevan bagi siswa.

References

Ameliya, D. (2023). Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati Lokal Kerinci sebagai Sumber Pembelajaran Biologi di Sekolah. EDU Research, 4(2), 126–135. https://iicls.org/index.php/jer/article/download/247/205

Amprazis, A., Papadopoulou, P. (2020). Plant Blindness: A Faddish Research Interest or A Substantive Impediment to Achieve Sustainable Development Goals? Environmental Education Research, 26(8), 1065–1087.https://doi.org/10.1080/13504622.2020.1768225

Andarias, S. H., Yanti, D., & Ardyati, D. P. I. (2022). Potensi Tumbuhan Lokal sebagai Sumber Belajar Biologi. Jurnal Edukasi Cendekia, 6(1), 1–6.https://doi.org/10.35326/jec.v6i1.2166

Assingkly, M. (2020). Upaya mewujudkan program Kampus Merdeka pada Kurikulum PGMI STIT Al Ittihadiyah Labuhanbatu Utara. At-Thullab: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 4(2), 62–77.https://doi.org/10.30736/atl.v4i2.263

Barragan-Jason, G., de Mazancourt, C., Parmesan, C., Singer, M. C., & Loreau, M. (2022). Human–nature Connectedness as a Pathway to Sustainability: A Global Meta-Analysis. Conservation Letters, 15(1), 1–7.https://doi.org/10.1111/conl.12852

Braun, T., Cottrell, R., & Dierkes, P. (2018). Fostering Changes in Attitude, Knowledge and Behavior: Demographic Variation in Environmental Education Effects. Environmental Education Research, 24(6), 899–920.https://doi.org/10.1080/13504622.2017.1343279

Faturrahman, M. A., Wahyuni, D., Asyrofi, H., Sandra, K. M., & Ningsih, K. (2025). Review : Ethnobotanical Studies in West Kalimantan as Biology Learning Resources. 6(1), 22–34. .https://doi.org/10.37251/ijoer.v6i1.1332

Fauziah, N., Azizah, F. N., & Makarau, N. I. (2024). Building a Generation of Islamic Character through Religious and Moral Education. Cendekiawan: Jurnal Pendidikan Dan Studi Keislaman, 3(3), 476–485. https://doi.org/10.61253/cendekiawan.v3i3.257

Harefa, Y. F. (2024). Analisis Kesulitan Guru dan Murid dalam Implementasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Lahewa. EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran. 2(1), 306–312. https://doi.org/10.51878/educational.v5i1.4441

Hatmi, R. U., & Djaafar, T. F. (2014). Keberagaman Umbi-Umbian sebagai Pangan Fungsional. Prosiding Seminar Hasil Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 22, 950–960. https://studylibid.com/doc/1148517/keberagaman-umbi-umbian-sebagai-pangan-fungsional

Id Babou, A., Selmaoui, S., Alami, A., Benjelloun, N., & Zaki, M. (2023). Teaching Biodiversity: Towards a Sustainable and Engaged Education. Education Sciences, 13(9). https://doi.org/10.3390/educsci13090931

Indow, D. G., Hanna, S., Sirait, K., Biologi, P., & Papua, U. (2025). Pengembangan Bahan Ajar Biologi Berbasis Inkuiri pada Materi Keanekaragaman Hayati Terintegrasi Potensi Lokal. 7(2), 151–159. https://esabi.bunghatta.ac.id/index.php/esabi/article/download/90/71

Irwandi, I., & Fajeriadi, H. (2020). Pemanfaatan Lingkungan sebagai Sumber Belajar untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Siswa SMA di Kawasan Pesisir, Kalimantan Selatan. BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan, 1(2), 66-73. https://dx.doi.org/10.20527/binov.v1i2.7859

Judijanto, L., & Aslan, (2025). Globalisation and The Erosion of Tradition: Modelling The Impact of Global Culture on Local Customs. Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis, 4(1), 103-111. https://lawinsight.net/index.php/MUSHAF/article/view/595

Kasiyarno, K., & Apriyanto, S. (2025). The Influence of Globalisation on the Shift in Local Language and CulturalIdentity. Journal Corner of Education, Linguistics,and Literature, 4(3), 372-383 https://doi.org/10.54012/jcell.v4i3.435

Natalina, K., Fransiska, C., Prawati, M., & Ciciana, M. (2025). Pemanfaatan Tanaman Lokal Dayak Ngaju sebagai Sumber Belajar Konservasi Keanekaragaman Hayati. Jurnal Sains Dan Edukasi Sains, 8(2), 120–126. https://doi.org/10.24246/juses.v8i2p120-126

Rahmadayanti, D., & Hartoyo, A. (2022). Potret Kurikulum Merdeka, Wujud Merdeka Belajar di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 6(4), 7174-7187.https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3431

Ramli, R., Razali, R., Gadeng, A. N., Diana, N., & Hariadi, J. (2025). Integrating Local Knowledge into Higher Education: A Qualitative Study Of Curriculum Innovation in Aceh, Indonesia. Education Sciences, 15(9), 1214.https://doi.org/10.3390/educsci15091214

Rohidi, T. R. (2014). Pengembangan Media Pembelajaran Pendidikan Seni Budaya Berbasis Kearifan Lokal (Wayang Sebagai Sumber Gagasan). Imajinasi, 7(1), 1–8.https://journal.unnes.ac.id/nju/imajinasi/article/download/7284/5215

Sakti, S. A., Endraswara, S., & Rohman, A. (2024). Revitalizing Local Wisdom Within Character Education through Ethnopedagogy Apporach: A Case Study on A Preschool in Yogyakarta. Heliyon, 10(10), e31370.https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e31370

Shufa, N. K. F. (2018). Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar: Sebuah Kerangka Konseptual. Inopendas: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 1(1), 48–53.https://jurnal.umk.ac.id/index.php/pendas/article/download/2316/1345

Slamet, A., & Andarias, S. H. (2018). Ethnobotany Study and Identification of Medicinal Plants of Wolio Sub-Ethnic in Baubau City Southeast Sulawesi. Proceeding Biology Education Conference, 15(1), 721–732.https://jurnal.uns.ac.id/prosbi/article/view/33330

Suhartanta, & Arifin, Z. (2008). Putilization of Petrock Oil as Alternative Fuel Machines Diesel. Jurnal Penelitian Saintek, 13(1), 19–46.https://doi.org/10.21831/jps.v13i1.181

Suyanti, L. (2023). Integration of Local Wisdom in Independent Curriculum: Opportunities and Challenges. Journal of Education and Culture, 4(1), 15–30.

Suyanto, S. (2017). A Reflection on The Implementation of A New Curriculum in Indonesia: A Crucial Problem on School Readiness. AIP Conference Proceedings.https://doi.org/10.1063/1.4995218

Wahyuningtyas, R. S., Silalahi, M., & Prasmala, E. R. (2025). Actualization of Local Wisdom in Biology Learning to Support Sustainable Development Toward The Well Being of Society in The Era 6.0. Edubiotik: Jurnal Pendidikan, Biologi Dan Terapan, 10(1), 1–15.https://doi.org/10.33503/ebio.v10i01.1529

Wolff, L. A., & Skarstein, T. H. (2020). Species Learning and Biodiversity in Early Childhood Teacher Education. Sustainability, 12(9), 3698.https://doi.org/10.3390/su12093698

Yarmalinda, D., Imron, M., & Maria, A. (2025). Pengembangan Modul Biologi Berbasis Kearifan Lokal Papua Menggunakan Model Inquiry Learning pada Materi Konservasi Keanekaragaman Hayati. Biology and Education Journal, 5(1), 11–24.https://journal.uir.ac.id/index.php/baej/article/download/22434/8300

Yunus, V., Zakso, A., Priyadi, A., & Hartoyo, A. (2023). Pendidikan Inklusif pada Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar, 9(2), 313–327.https://doi.org/10.31932/jpdp.v9i2.2270

Zebua, N, & Malik, P. F. P. (2025). Analysis of Local Wisdom Integration in Biology Learning to Support Education for Sustainable Development (ESD). Biogenerasi, 10(2), 1111-1118. https://doi.org/10.30605/biogenerasi.v10i2.5596

Downloads

Published

2026-06-17

How to Cite

Riskyana, A., Manihuruk, E. H. M., Silaban, G. M. P., Jelita Cristiani Simanullang, Matondang, R. M., & Arwita, W. (2026). Analisis Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati Lokal sebagai Sumber Pembelajaran Biologi Kelas X dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Sidamanik. JURNAL BIOSHELL, 15(2), 253–266. https://doi.org/10.56013/bio.v15i2.5585

Most read articles by the same author(s)